Penelitian Multiple Sklerosis dan Komplikasinya – Pernah mendengar istilah multiple sklerosis? Mungkin masih terdengar cukup asing di telinga banyak orang tentang istilah ini. Multiple sklerosis dapat dijelaskan sebagai kondisi kronis, autoimun dan inflamasi yang berpengaruh pada dua sistem saraf pusat atau yang disebut SSP.

Kerusakan saraf yang dipicu karena multiple sklerosis biasanya akan berdampak pada terjadinya gangguan komunikasi antara tubuh dengan otak. Hal ini tentu tidak boleh diabaikan karena bisa memicu berbagai macam dampak berbahaya.

Penelitian Tentang Multiple Sklerosis

Multiple sklerosis merupakan suatu penyakit ketika kekebalan tubuh menggerogoti lapisan pelindung saraf. Kerusakan akibat multiple sklerosis bisa mengganggu komunikasi yang terjadi antara otak dengan tubuh. Penyakit yang juga familiar dengan sklerosis ganda ini banyak menyerang beberapa saraf penting.

Mulai dari saraf otak, mata hingga tulang belakang. Penyakit ini akan menggerogoti lapisan pelindung saraf sehingga bisa menyebabkan berbagai macam gejala seperti hilangnya penglihatan, nyeri, timbulnya rasa lelah hingga gangguan koordinasi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian terkait, terdapat >2,3 juta orang yang menderita multiple sklerosis di dunia dengan hampir semuanya didiagnosis antara umur 20 serta 40 tahun. Faktanya, penyakit ini dua kali lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan dengan pria.

Sementara itu, di Indonesia sendiri penyakit ini tergolong langka. Setidaknya hanya ditemukan sebanyak 150 ribu kasus saja per tahunnya. Meskipun demikian, siapapun tetap perlu waspada terhadap penyakit ini. Apabila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa memicu penurunan hingga kerusakan permanen.

Apa Saja Penyebab Multiple Sklerosis?

Salah satu penyebab paling umum dari multiple sklerosis adalah autoimun. Jadi, sistem kekebalan tubuh keliru dengan menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Selain itu, kombinasi antara faktor lingkungan dan genetik juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Beberapa penyebab multiple sklerosis, diantaranya:
1. Wanita berusia antara 16 hingga 55 tahun.
2. Ada anggota keluarga yang juga mengalami multiple sklerosis.
3. Pernah atau tengah menderita penyakit tiroid, mononukleusis, diabetes tipe 1 hingga radang usus.
4. Kebiasaan buruk merokok.
5. Kurang mendapatkan paparan sinar matahari serta rendahnya kadar vitamin D di dalam tubuh.

Apa Saja Gejala Multiple Sklerosis?

Multiple sklerosis memiliki gejala yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dengan letak saraf mana yang terpengaruh. Penyakit ini tentu bisa menyebabkan serangkaian gangguan gerak serta penglihatan. Namun, untuk lebih jelasnya berikut merupakan gejala-gejala sklerosis.

1. Gangguan Gerak
Penyakit multiple sklerosis ternyata juga bisa merusak sistem saraf pada anggota gerak tubuh manusia. Beberapa gejala multiple sklerosis yang menyebabkan gangguan pada sistem gerak pada tubuh, diantaranya:
* Kesulitan berjalan.
* Kesulitan dalam menjaga keseimbangan tubuh.
* Mati rasa atau terasa lemah pada bagian tubuh tertentu serta tungkai.
* Adanya sensasi tremor atau gemetar.
* Muncul sensasi seperti tersengat listrik yang terjadi karena adanya gerakan leher tertentu, khususnya saat penderita menggerakkan leher ke bagian depan.

2. Gangguan Penglihatan
Bukan hanya dapat menyerang saraf sistem gerak pada manusia saja. Akan tetapi, multiple sklerosis juga bisa menyerang saraf penglihatan. Hal ini membuat munculnya beberapa gangguan penglihat seperti diantaranya:
* Kehilangan sebagian maupun seluruh kemampuan dari sistem penglihatan yang biasanya juga diikuti dengan munculnya rasa sakit ketika mulai menggerakkan mata.
* Pandangan menjadi kabur dan terus memburam.
* Munculnya penglihatan ganda.

3. Gangguan pada Tubuh Lainnya
Selain bisa menimbulkan gejala yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem gerak dan penglihatan, multiple sklerosis juga bisa menyebabkan gangguan pada beberapa bagian tubuh lainnya. Beberapa gangguan penglihatan tersebut, diantaranya:
* Tubuh terasa lebih lemas tidak seperti biasanya.
* Mengalami sensasi pusing.
* Kesulitan dalam berbicara.
* Timbulnya rasa sakit serta kesemutan pada berbagai anggota tubuh.
* Terjadinya gangguan pada usus, kandung kemih hingga organ kelamin.
Berdasarkan gejala-gejala tersebut, multiple sklerosis sebetulnya memang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, penyakit ini juga bisa memicu beberapa komplikasi yang berbahaya. Mulai dari depresi, deep vein thrombosis, epilepsi hingga kelumpuhan. Karena itulah, multiple sklerosis perlu ditangin dengan baik.

Penelitian Multiple Sklerosis dan Komplikasinya

 

Tipe-Tipe Multiple Sklerosis?

Terdapat beberapa macam tipe multiple sklerosis yang diperoleh berdasarkan sejumlah penelitian oleh para ahli terkait. Beberapa tipe multiple sklerosis diantaranya multiple sklerosis berulang, progresif sekunder, progresif primer hingga berulang.

1. Multiple Sklerosis Berulang
Multiple sklerosis berulang merupakan tipe penyakit MS dengan gejala yang kadang muncul dan kadang menghilang secara tiba-tiba. Jadi, gejalanya tidak terus-menerus menetap melainkan timbul tenggelam sehingga terkadang sulit terdeteksi.

2. Multiple Sklerosis Progresif Sekunder
Berbeda dari multiple sklerosis berulang, gejala MS progresif sekunder cenderung bertahan lama. Bahkan tidak sedikit yang menyebutkan gejala MS ini sebagai pemburukan kedua sehingga perlu benar-benar diperhatikan dengan baik.

3. Multiple Sklerosis Progresif Primer
Jika MS progresif primer sering disebut sebagai pemburukan utama. Jadi, satu tingkat lebih tinggi dari MS progresif sekunder. Biasanya gejala ini akan muncul ketika memasuki usia tua. Gejala pertamanya ialah penyakit langsung bertambah buruk tanpa waktu lama.

4. Multiple Sklerosis Progresif Berulang
Terakhir adalah multiple sklerosis progresif berulang. Tipe MS ini memiliki gejala yang cukup simpel. Akan tetapi, penderitanya perlu mengawasinya secara cermat. Sebab, gejala MS ini bisa timbul secara perlahan serta bertahap semakin memburuk. Hal seperti ini tentu perlu benar-benar diwaspadai.

Bandagainstms – Penelitian menunjukkan bahwa risiko multiple sklerosis bisa dikurangi dengan rutin mengkonsumsi makanan yang kaya kandungan vitamin D. Jangan lupa untuk melakukan konsultasi terhadap dokter terkait. Terlebih lagi ketika memiliki anggota keluarga yang mengalami multiple sklerosis atau pernah mengalaminya.

Share and Enjoy !

Shares
Shares