www.bandagainstms.orgPentingnya Menjaga Kesehatan Jantung! Jantung menjadi organ paling penting yang ada pada tubuh manusia serta mempunyai ukuran seperti kepalan tangan. Jantung befungsi untuk memompa & menyebarkan darah dengan mengangkut oksigen ke semua bagian tubuh.

Sakit jantung menggambarkan serangkaian keadaan yang memberi pengaruh terhadap jantung. Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan jantung antara lain memiliki penyakit pembuluh darah, seperti penyakit arteri koroner, gangguan detak (irama) jantung, dan juga cacat jantung bawaan.

Istilah sakit jantung kerap kali dihubungkan dengan sakit kardiovaskular. Penyakit ini pada umumnya mengacu pada keadaan yang melibatkan penyempitan/penyumbatan pada pembuluh darah yang bisa menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau bahkan stroke.

Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

  1. Rasa tak nyaman di bagian dada

Indikasi sakit jantung biasanya memperlihatkan adanya sumbatan pada bagian arteri jantung. Rasa tidak nyaman ini bisa berupa nyeri, sesak, tekanan di bagian dada, sampai rasa seperti terbakar. Gejalanya dapat timbul pada beberapa menit. Biasanya, indikasi sakit ini timbul ketika kamu beristirahat atau menjalani aktivitas fisik yang berat. Bila rasa tak nyaman hanya timbul satu kali, Anda tak perlu khawatir. Akan tetapi, Apabila gejalanya berulang serta sering dan tidak segera berlalu setelah beberapa menit, segera pergi ke dokter. Anda juga perlu tahu, wanita umumnya mengalami sakit jantung tanpa mengalami rasa tak nyaman pada bagian dada.

  1. Mual, mulas, atau sakit perut 

Beberapa wanita kerap mual saat mengalami gangguan jantung. Tentu saja, tak semua mual, sakit perut, atau rasa terbakar di bagian perut (heartburn) adalah tanda sakit jantung. Akan tetapi, Anda perlu mewaspadai. Beberapa gangguan kesehatan sederhana ini juga merupakan ciri-ciri penyakit jantung.

  1. Nyeri yang menyebar sampai ke lengan

Gejala penyakit jantung yang umum lainnya adalah nyeri dari dada yang menjalar ke sisi tubuh bagian kiri. Dari beberapa yang mengalami sakit jantung mengeluhkan sakit pada bagian dada kiri, lantas rasa nyerinya menjalar hingga ke lengan kiri, serta merasakan sakit pada lengan.

  1. Pusing atau pingsan 

Banyak hal yang bisa memicu tubuh kehilangan keseimbangan atau pingsan.dapat di karenakan tubuh kurang asupan, berdiri terlalu lama. Tetapi, segera ke dokter jika Anda merasa tubuh tiba-tiba tidak stabil disertai rasa tidak nyaman di bagian dada.bisa jadi tekanan darah Anda turun akibat  jantung tidak dapat memompa darah seperti seharusnya. 

  1. Sakit tenggorokan atau rahang

Banyak orang beranggapan sakit tenggorokan/rahang tak ada kaitannya dengan jantung. Beberapa meyakini hal itu disebabkan oleh masalah pilek, sinus atau otot kaku. Akan tetapi, Apabila Anda merasakan sakit di bagian dada lalu nyerinya menyebar ke tenggorokan atau rahang, bisa jadi itu tanda serangan jantung. 

  1. Gampang lelah 

Apabila merasa mudah kelelahan padahal tak habis melakukan olahraga, beraktivitas fisik, atau melakoni pekerjaan berat, segera melakukan konsultasi dengan dokter. Sejumlah orang yang mengalami sakit jantung merasakan gejala mudah kekalahan tanpa alasan jelas. Kadang kala kelelahan timbuh sepanjang beberapa hari. Tanda sakit jantung seperti ini umumnya dialami wanita.

  1. Mendengkur 

Mendengkur saat kelelahan atau tidur sejenak umumnya wajar. Anda patut waspada saat volume dengkuran terdengar keras, dan disertai tersedak atau megap-megap. Hal tersebut dapat menjadi tanda sleep apnea. Gangguan tidur yang membuat Anda berhenti bernapas selama beberapa saat di malam hari ini, menyebabkan tekanan pada jantung. 

  1. Berkeringat dingin

Ciri-ciri penyakit jantung yang lain ialah kemuncula keringat dingin tanpa diketahui sebabnya dengan jelas. Apabila kamu mengeluarkan keringat dingin dan merasakan nyeri di bagian dada atau gejala lainnya, Anda patut waspada.

  1. Batuk yang tak kunjung sembuh

Batuk memang menjadi penyakit yang umum menyerang saat kondisi daya tahan tubuh lemah. Akan tetapi, perhatikan saat batuk Anda berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dan menghasilkan riak berwarna putih atau merah muda. Kemungkinan hal tersebut indikasi gagal jantung. Kondisi itu terjadi ketika jantung tak bisa bekerja, alhasil darah bocor & kembali ke paru-paru.

  1. Betis, telapak, pergelangan kaki yang bengkak

Kondisi bengkak di kaki dapat  menjadi indikasi, jantung tidak dapat memompa darah secara lancar. Ketika jantung tidak dapat memompa cukup cepat, darah kembali di pembuluh darah dan menyebabkan bengkak. Gagal jantung pun bisa menyulitkan ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak air dan natrium dalam tubuh, yang bisa mengakibatkan bengkak di sejumlah bagian tubuh.

  1. Detak jantung yang tidak teratur

Jantung Anda normalnya akan berdegup kencang saat gugup, bersemangat, bekerja keras, kurang tidur, atau kebanyakan kafein. Akan tetetapi, jika Anda kerap merasa jantung berdetak lebih cepat tanpa sebab, beritahu dokter yang menangani Anda. Mungkin detak jantung tak teratur itu dikarenakan gangguan pada organ jantung.

Penyebab Penyakit Jantung

Ada beragam penyebab penyakit jantung tergantung faktor yang memicunya. Jika sakit jantung koroner bisa terjadi apabila aliran darah ke jantung terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak pada arteri jantung ini disebut aterosklerosis yang merupakan penyebab utama dari sakit jantung koroner. Aterosklerosis mampu menurunkan suplai darah ke jantung dan mengakibatkan terbentuknya penggumpalan darah.

Baca Juga: Efektif 10 Cara Menjaga Kesehatan Lambung Dan Usus

Apabila hal ini terjadi, maka aliran darah ke jantung akan tertutup sepenuhnya dan serangan jantung bisa terjadi. Faktor pemicunya seperti mempunyai kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi dan merokok.

Ada sejumlah indikasi yang menjadi faktor sakit jantung, seperti:

1. Keturunan

Melansir American Heart Association, keturunan atau riwayat keluarga juga menjadi faktor utaman risiko penyakit jantung yang tak dapat dihindari. Maka, begitu krusial untuk Anda mencari tahu, apakah ibu, ayah, nenek, kakek, atau saudara pernah mengalami sakit berbahaya ini. Mengetahui riwayat kesehatan keluarga bisa membantu menghindarkan sakit jantung atau stroke. Apabila rupanya mempunyai riwayat keluarga, pastinya kamu tidak dapat menangkal hal itu. Ini artinya kamu harus mengurangi risiko mengalami sakit jantung dengan senantiasa menjaga pola hidup sehat atau meminimalisir penyebab rrsiko yang bisa dihindarkan.

2. Usia
Resiko penyakit jantung meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Pada umumnya, risiko yang lebih besar terjadi ketika usia seseorang telah mencapai 40 tahun.

3. Jenis kelamin Pria 

dilaporkan cenderung mempunyai risiko lebih besar mengalami sakit jantung ketimbang wanita. Akan tetapi, sesudah memasuki masa lansia, wanita dapat lebih beresiko mengalami sakit jantung ketimbang pria. Hal tersebut terjadi karena pada fase menopause, estrogen, yakni hormon yang melindungi wanita dari kerusakan dan penyempitan pembuluh darah akan menurun secara drastis. Faktor ini merupakan resiko sakit penyakit jantung yang dapat dihindari 

4. Stres

Melansir Medical News Today, stres yang berkelanjutan bisa mengakibatkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini disebabkan karena tungginya produksi hormon andrenalin serta zat katekolamin yang ada di dalam tubuh.

5. Kurang gerak Aktivitas

Aktivitas gerak fisik yang kurang bisa menjadi sebuah faktor risiko penyebab sakit jantung koroner. Pasalnya, aktifitas fisik yang kurang identik dengan potensi mengalami kegemukan. Obesitas bisa mengakibatkan otot jantung tidak bergerak dengan baik, sehingga risiko sakit jantung koroner pun dapat semakin meningkat. 

6. Merokok Rokok

 terbukti mengandung nikotin kandungan rokok ini yang jika masuk ke dalam tubuh dapat membuat berkurangnya elastisitas pembuluh darah yang lama-kelamaan berpengaruh terhadap pengerasan pembuluh darah.

7. Kolesterol tinggi

Tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh dapat berakibat mengalami sakit jantung koroner. Kandungan yang ada pada kolesterol jahat beredar dalam darah lama-kelamaan bakal tertimbun di dinding arteri, alhasil menimbulkan plak yang mengakibatkan arteri menjadi kaku dan pembuluh darah kian menyempit. 

8. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi memegang peran penting terhadap terjadinya penyakit jantung. Pasalnya, hipertensi bisa memaksa jantung bekerja ekstra keras guna mensirkulasikan darah ke semua bagian tubuh. Imbasnya, otot jantung kiri membesar, sehingga pemompaan darah di jantung menjadi tak efisien lagi dan dapat menyebabkan kerusakan organ vital tersebut.

9. Diabetes mellitus

 

Tingginya kadar gula yang ada di dalam darah dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah yang merupakan penyebab dari penyakit jantung maupun stroke. 

10. Obesitas 

Obesitas dapat mempengaruhi kadar lipid plasma yang cenderung memperburuk proses aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. 

11.Diagnosis Penyakit Jantung

Penyakit jantung yang tak kunjung ditangani akan mengakibatkan komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. Saat jantung tidak menerima suplai darah yang cukup untuk memompa darah, maka kinerja pun akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung dan dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.

Melalui tahap diagnosis awal, dokter biasanya bertanya soal riwayat kesehatan keluarga, gejala, dan pola hidup yang dilakukan. Apabila dokter merasa curiga bahwa kamu mengidap sakit jantung, alhasil dokter bakal menganjurkan untuk melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti tes darah, elektrokardiogram, angiografi koroner, CT scan, dan MRI scan.

Pencegahan Penyakit Jantung

Hidup Sehat Agar Terhindar dari Penyakit Jantung

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menyebut bahwa sebesar 1,5% penduduk Indonesia menderita sakit jantung. Di tahun 2001, proporsi kematian yang disebabkan oleh penyakit ini di Indonesia berkisar 26,3%, dan dikategorikan sebagai penyebab kematian yang paling utama.

Baca Juga: Melindungi Kesehatan Ginjal

Tidak hanya menyerang orang usia lanjut, Akan tetetapi penyakit jantung kini banyak ditemukan pada orang yang masih berusia produktif. Gaya hidup tak sehat merupakan salah satu alasan kenapa seseorang bisa mengalami sakit jantung. Berikut ini merupaan cara hidup sehat yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan jantung :

1. Konsumsi air mineral

Untuk dapat bekerja dengan baik, jantung harus support dengan beberapa hal, yaitu kekuatan otot, kelengkapan mineral dalam tubuh, serta  juga tercukupinya cairan yang akan mengisi pembuluh darah. Sangat penting bagi seseorang untuk mencukupi kebutuhan air dalam tubuhnya.

Apabila tubuh kekurangan cairan, itu bisa menambah resiko kekentalan darah, oleh karena itu bisa saja memperbesar resiko sumbatan di pembuluh darah. Apabila pembuluh darah sudah tersumbat, serangan jantung serta stroke yang dapat menjadi ancamannya.

Kebutuhan cairan yang di dalam tubuh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari umur, kegiatan, keadaan lingkungan, sampai pakaian yang dipakai dan penyakit yang dimiliki. Secara umum, dalam kondisi normal, tubuh membutuhkan setidaknya 2 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. untuk orang yang banyak menjalani aktivitas di bawah sinar matahari, kebutuhannya jelas bakal kian bertambah .

2. Berhenti merokok

Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Salah satu dampak buruk dari rokok ialah dapat meningkatkan tekanan darah serta merusak pembuluh darah. Hal bahkan dapat dialami oleh mereka yang merokok secara pasif. Bahan kimia yang ada pada tembakau bisa merusak jantung & pembuluh darah, serta bisa membuat penyempitan arteri karena penumpukan plak, atau bisa disebut aterosklerosis, yang menjadi penyebab sakit jantung.

Sebenarnya, karbon monoksida di asap rokok mengganti sebagian oksigen pada darah. Hal itu menambah tekanan darah & detak jantung dengan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memasok kebutuhan oksigen.

Alhasil, berhentilah merokok & hindari asap-asap rokok bisa menjadi cara yang baik untuk membantu pencegahan sakit jantung. Berdasarkan pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dirancang Kementerian Kesehatan, cara berhenti merokok bisa dilakukan dengan berhenti langsung, mengulur-ulur waktu buat merokok, atau bisa juga mengurangi jumlah rokok setiap harinya.

3. Kurangi garam dan lemak

Kelebihan garam dan lemak tidak baik untuk tubuh. Kandungan garam yang tinggi yang terdapat di makanan dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi pada seseorang. Hal ini nantinya dapat mempengaruhi dari kinerja jantung.

Selain itu, jumlah lemak yang dimiliki pada tubuh perlu dikontrol. Mengingat lemak berlebih bisa menghambat peredaran darah yang lantas bisa mengganggu kebugaran jantung. Memakan makanan yang memiliki kandungan lemak baik bisa menjadi opsi. Sumber lemak baik dapat diperoleh dari memakan kacang-kacangan seperti almon serta walnut yang mengandung lemak tak jenuh.

4. Hindari makanan cepat saji dan minuman bersoda

Makanan cepat saji rupanya bisa menimbulkan serangan jantung di sebebkan banyak mengandung bahan pengawet, garam, bahan perasa, gula, serta lemak jenuh. Selain itu, berdasarkan studi dokter ahli kesehatan yang ada di Amerika, minuman mengandung soda dan pemanis buatan bisa berakibat seseorang terkena sakit jantung koroner.

Kandungan gula yang begitu besar pada minuman yang mempunyai soda pun bisa menimbulkan obesitas di kemudian hari. Obesitas ini bisa menambah resiko timbulnya penyakit metabolisme, seperti diabetes dan darah tinggi (hipertensi) yang keduanya merupakan penyakit yang dapat merusak jantung.

5. Kelola stress

Stres merupakan sesuatu hal yang biasa dialami oleh seseorang. Permasalahnya bukan terletak pada apa yang membuat stress, namun bagaimana kita meresponnya. Saat tubuh teangah ada tertekan, tubuh memproduksi adrenalin yang bakal membuat jantung bekerja ekstra keras. Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah menjadi naik.

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang diakibatkan  oleh stres, seseorang harus cerdas dalam mengelola emosi. Hal dalam hal ini dapat dilakukan dengan mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam.

6. Kontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Hal ini dapat berakibat fatal apabila terjadi pada pembuluh darah organ-organ yang penting, seperti jantung serta otak. Mengetahui tekanan darah dan kolesterol dalam rentang waktu normal menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan di dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal ini dapat dipantau dengan rutin melakukan cek tekanan darah.

Rutin berolahraga, mengurangi asupan garam, serta membatasi minuman beralkohol merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi.

7. Menjaga berat badan ideal

Sebuah penelitian teranyar mengatakan kalau obesitas bisa menyebabkan terganggunya sistem kekebalan tubuh. Hal itu pun akhirnya bisa menambah risiko sakit kardiovaskular yang memicu penyakit jantung serta stroke.

Obesitas sangat erat dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi tubuh setiap hari. Apabila pola makan seseorang tak baik, maka akan meningkatkan risiko obesitas yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, obesitas bisa menaikkan risiko penyakit jantung di sebabkan meningkatnya tekanan darah dan kolesterol.

8. Rutin olahraga

Rutin berolahraga bisa membantu menambah kesehatan jantung dan mengurangi kolesterol & tekanan darah, sampai menjaga berat badan tetap ideal. Seseorang di sarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Olahraga yang bisa dijalani antaranya adalah jogging, berjalan kaki, berenang, bersepeda, yoga dan jenis olahraga yang lain.

Pola hidup sehat harus dimulai sejak dini. Rutin cek up jantung pun begitu disarankan walau masih tergolong muda. Alhasil, kelainan jantung bisa diketahui sejak awal serta mendapatkan penanganan tepat.

Share and Enjoy !

0Shares
0Shares
0 0