Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Tentang Multiple Sclerosis – Mengetahui gejala suatu penyakit dan mendeteksinya saat masih di tahap awal penyakit akan membantu masyarakat untuk mengurangi resiko terjadinya kondisi yang parah. Oleh karena itu, akan lebih baik bagi masyarakat untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai penyakit tertentu. Salah satunya adalah penyakit Multiple Sclerosis. Penyakit ini merupakan sebuah penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan sistem saraf pada bagian otak, mata, dan tulang belakang. Saat terjadinya Multiple Sclerosis, sistem imun tubuh akan menyerang lapisan lemak (pelindung serabut saraf). Rusaknya lapisan lemak pada serabut saraf akan membuat gangguan komunikasi antara otak dengan seluruh tubuh. Sehingga, gangguan sistem saraf akan terjadi. Penderita Multiple Sclerosis yang mengalami kondisi parah akan mengalami kerusakan saraf permanen. Oleh karena itu, akan lebih baik jika penyakit ini bisa dideteksi sedini mungkin.

Bandagainstms – Penyakit Multiple Sclerosis dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu Multiple sclerosis relapsing-remitting, Multiple sclerosis progresif sekunder, Multiple sclerosis progresif primer, dan Multiple sclerosis progresif-relapsing. Pada penderita penyakit Multiple sclerosis relapsing-remitting, mereka akan merasakan serangan gejala tersebut secara tiba – tiba. Namun, gejala tersebut akan menghilang dengan cepat tanpa harus diobati. Sementara itu, penyakit Multiple sclerosis progresif sekunder adalah kondisi yang lebih parah dari penyakit Multiple sclerosis relapsing-remitting. Gejala yang muncul akan bertahan lebih lama dibandingkan tipe sebelumnya. Sedangkan Multiple sclerosis progresif primer akan memunculkan serangan secara perlahan dan semakin parah seiring berjalannya waktu. Sementara itu, Multiple sclerosis progressive-relapsing adalah tipe penyakit sclerosis yang akan muncul secara perlahan dan memburuk dengan cepat.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor resiko atau penyebab dari penyakit Multiple Sclerosis. Salah satunya adalah faktor keturunan dimana salah satu anggota keluarga pernah menderita penyakit multiple sclerosis. Selain itu, wanita yang berusia sekitar 16 – 55 tahun juga memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan laki – laki untuk terkena penyakit Multiple Sclerosis. Beberapa penderita Multiple Sclerosis juga merupakan pasien yang memiliki kebiasaan merokok serta kurang mendapatkan paparan sinar matahari. Defisiensi vitamin D dalam tubuh serta riwayat penyakit seperti diabetes tipe 1, tiroid, dan radang usus juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan resiko terkena penyakit multiple sclerosis.

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Tentang Multiple Sclerosis

Untuk melakukan pendeteksian dini terkait penyakit Multiple Sclerosis, masyarakat bisa mengenali berbagai macam gejala yang sering muncul. Penyakit ini menyerang sistem saraf yang mengatur penglihatan dan pergerakan. Oleh karena itu, gejala yang muncul juga berkaitan dengan gangguan saraf penglihatan dan pergerakan. Salah satunya adalah penderita akan merasa sakit saat menggerakkan mata. Kemudian, penderita akan mulai kehilangan kemampuan penglihatan sebagian maupun seluruhnya. Penderita juga akan mengalami penglihatan ganda. Sementara itu, gangguan saraf pergerakan yang mungkin diderita oleh penderita adalah mati rasa pada sisi tubuh dan sensasi rasa tersengat listrik terutama ketika leher digerakkan. Penderita juga mungkin akan mengalami kesulitan berjalan, menjaga keseimbangan, dan mengontrol tremor yang sering muncul.

Baca juga : 7 Tanda – Tanda Multiple Sclerosis yang Patut Diwaspadai Sejak Dini

Pada beberapa kondisi, penderita juga bisa mengalami komplikasi dengan penyakit lain sehingga membuatnya semakin parah. Beberapa komplikasi yang sering terjadi pada Multiple Sclerosis adalah epilepsi, sering lupa, kelumpuhan, kekakuan otot, dll. Sementara itu, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami Multiple Sclerosis atau tidak, mereka perlu menjalani berbagai pemeriksaan dan tes. Selain itu, saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan secara total. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk menghambat progress penyakit dan mencegah kondisi pasien menjadi lebih buruk.

Share and Enjoy !

Shares
Shares